Layout

Senin, 20 Januari 2014

Laporan Penelitian

LAPORAN PENELITIAN

PENGARUH RADIASI MONITOR KOMPUTER TERHADAP MATA







Nama                    :   Ayu Vidya Manggiasih
NPM                     :   11111337
Kelas                    :   3KA07
Mata Kuliah          :   Bahasa Indonesia 1#
Dosen                   :   Sangsang Sangabakti




Universitas Gunadarma

2013/2014





Kata Pengantar

            Puji syukur saya ucapkan untuk Allah yang telah memberikan karunia kepada saya dalam menyelesaikan Laporan Penelitian ini. Laporan Penelitian ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam rangka mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Laporan ini menjelaskan tentang Pengaruh Radiasi Monitor Komputer terhadap Mata.
            Sebagai penyusun, pastinya tidak pernah terlepas dari kesalahan ataupun kekurangan. Oleh karena itu, saya mohon maaf atas segala kekurangannya. Disadari sepenuhnya bahwa Laporan Penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan sarannya. Semoga Laporan Penelitian ini dapat menjadi referensi, inspirasi, dan bahan renungan bagi semua kalangan.







                                                                                    Bogor, 20 Januari 2014



                                                                                                  Penyusun




Daftar Isi

Kata Pengantar ...........................................................................  i
Daftar Isi ....................................................................................  ii

Bab 1 Pendahuluan
A.   Latar Belakang Masalah ........................................................      1
B.   Identifikasi Masalah ..............................................................      1
C.   Pembatasan Masalah .............................................................      2
D.   Perumusan Masalah ...............................................................     2
E.    Tujuan Penelitian ...................................................................     2
F.    Kegunaan Penelitian ..............................................................  2

Bab 2 Landasan Teori dan Hipotesis
A.   Landasan Teori ......................................................................     3
a)     Monitor Komputer ...........................................................  3-4
b)    Radiasi Monitor ................................................................     5
c)     Pengaruh Radiasi Monitor Terhadap Mata ......................  5-6
d)    Cara Melindungi Mata dari Radiasi Monitor ..................   6-7
B.   Hipotesis .................................................................................    7

Bab 3 Metodologi Penelitian
A.   Tempat dan Waktu Penelitian ................................................     8
B.   Metode Penelitian ..................................................................      8
C.   Instrumen Penelitian ..............................................................  8
D.   Teknik Analisis Data .............................................................      8

Bab 4 Hasil Penelitian
A.   Jabaran Hasil Penelitian.......................................................... 9
B.   Hasil Penelitian....................................................................... 9-10

Bab 5 Penutup
A.   Kesimpulan ............................................................................ 11
B.   Saran ...................................................................................... 11

Daftar Pustaka .............................................................................    12




Bab 1
Pendahuluan


A.               Latar Belakang Masalah

           Saat ini media elektronik sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, salah satunya adalah komputer, laptop, notebook dan sejenis lainnya.  Perkembangan ilmu komputer yang sangat pesat diiringi dengan meningkatnya pemakaian komputer ditengah masyarakat.  Kemampuan komputer dalam berbagai hal telah banyak membantu seseorang dalam mengerjakan tugas.  Lamanya pemakaian komputer berbeda antara seorang pelajar dengan seorang pekerja kantor juga dengan seorang operator komputer.
           Komputer sebagai produk teknologi mutakhir tetap membawa dampak bagi kehidupan kita. Monitor sebagai salah satu perlengkapan, perangkat komputer ini dapat menimbulkan radiasi. Walaupun secara umum dampak positif lebih besar dari dampak negatifnya, tetapi perlu juga diperhatikan.
           Sekarang ini berbagai merek monitor telah memasuki pasaran.  Beberapa jenis produk tertentu memberi label “low radiation”.  Bahkan filter untuk monitor ini telah pula diproduksi. Semua ini tentu untuk memberi rasa aman ke pada pengguna komputer.  Akan tetapi masih perlu diperhatikan dampak dari pemakaian komputer tersebut.
Karena dampak yang kecil dari monitor banyak orang yang tidak terlalu memperhatikan hal tersebut. Terutama seorang pelajar yang sedang mengerjakan tugas, mereka cenderung tidak mempedulikan apa efek jika terlalu lama di depan komputer. Padahal efek terlalu lama di depan komputer dapat mengganggu kesehatan, khususnya kesehatan mata.


B.               Identifikasi Masalah
        
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah-masalah dalam penelitian ini  dapat diidentifikasi sebagai berikut.
          1.   Adanya wawasan jika monitor komputer terdapat radiasi.
          2.   Perlunya pengetahuan tentang dampak dari radiasi monitor komputer                               terhadap mata.
          3.   Adanya pengetahuan dalam cara melindungi mata agar mengurangi efek dari                     monitor komputer.

C.               Pembatasan Masalah
Masalah dampak negatif teknologi komputer bagi kehidupan manusia dibatasi pada bidang kesehatan dan psikologi.


D.               Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah            di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan monitor pada komputer?
2.      Apa yang dimaksud dengan radiasi monitor?
3.      Apa pengaruh radiasi monitor terhadap kesehatan mata?
4.      Bagaimana cara melindungi mata dari radiasi monitor?


E.               Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.      Mengetahui pengertian Monitor pada Komputer
2.      Mengetahui pengertian radiasi monitor
3.      Mengetahui pengaruh radiasi monitor terhadap kesehatan mata
4.      Mengetahui cara melindungi mata dari radiasi komputer


F.               Kegunaan Penelitian
Penelitian ini berguna supaya pembaca dapat menambah informasi tentang pengaruh dan cara melindungi mata dari radiasi monitor pada komputer.





Bab 2
Landasan Teori dan Hipotesis


A.               Landasan Teori
        
            Komputer merupakan peralatan yang selalu digunakan dalam setiap pekerjaan kantor, pabrik, kegiatan belajar mengajar bahkan dirumah-rumah pun sekarang sudah disediakan komputer, sehingga banyak orang harus bekerja di depan monitor komputer sepanjang hari. Untuk dapat melihat dengan jelas dan berakomodasi, mata kita dilengkapi tiga otot eksternal yang mengatur gerakan bola mata. Ketiga otot ini pulalah yang akan bekerja keras ketika anda bekerja selama di depan komputer. Bila sudah terlalu lelah, otot - otot mata akan semakin berkurang kekuatannya dan kemampuan fokus mata pun akan menurun. Bukan tidak mungkin Anda akan mengeluh sakit kepala, penglihatan menjadi kabur secara permanen sehingga harus memakai kacamata, ataupun malah menambah ukuran minus / plus kacamata anda.

a)   Monitor Komputer

           Definisi monitor atau biasa disebut VDU (Visual Display Unit) adalah instrumen yang di pergunakan sebagai salah satu output data informasi baik dalam bentuk teks maupun gambar dan fungsinya seperti di atas tadi yaitu menampilkan data teks atau gambar.  Ukuran layar monitor pada umunya bervariasi  mulai dari ukuran 14" 17" 21". Berdasarkan penelitian bahwa monitor yang sarankan bagi kesehatan adalah monitor yang mempunyai resolusi 1024x768 piksel ini dimaksudkan kesehatan mata pengguna tidak cepat lelah dan tidak merusak mata.
·        Monitor – CRT

Monitor type CRT (Cathode Ray Tube) adalah monitor yang berbentuk cembung atau tabung. Type monitor CRT (cembung) pada masanya merupakan hal yang  bisa di bilang barang lux (mewah) dan tidak dapat dipisahkan dari yang namanya komputer.

·        Monitor LCD

Monitor type LCD (Liquid Crystal Display) type monitor ini tidak menggunakan tabung dan grafis atau gambar yang di hasilkan mempunyai tingkat presisi yang cukup tinggi dan tentunya benar-benar datar. Teknologi yang di pergunakan disebut dengan kristal cair sebagai penghasil gambar monitor. Kelebihan monitor LCD adalah minimnya konsumsi energi yang digunakan juga memiliki kontras gambar yang lebih tajam dibandingkan dengan CRT.

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Monitor CRT dan LCD :

No
Parameter
Monitor CRT
Monitor LCD
1
Radiasi
Radiasi cukup besar dibandingkan LCD
Radiasi yang dihasilkan cukup kecil
2
Kenyamanan pada Mata
Membuat mata lelah
Lebih nyaman dimata
3
Bentuk
Bentuk cenderung besar dibandingkan LCD
Flat dan relatif lebih kecil dari CRT
4
Dead Pixel
Tidak mengalami Dead Pixel
Dapat mengalami Dead Pixel
5
Video Resolutions
Multiple Video Resoultions( Dapat bekerja pada beberapa resolusi )
Only in Native Resolution ( Hanya dapat bekerja pada 1 macam resolusi )
6
Daya
Konsumsi daya relative besar
Konsumsi daya kecil
7
Ketajaman Gambar
CRT memiliki tingkat kontras dan ketajaman warna yang jauh diatas disbanding LCD
LCD memiliki tingkat kontras dan ketajaman warna yang kurang disbanding CRT
8
Sudut Pandang
Tidak terbatas, sudut pandang besar
Memiliki sudut penglihatan yang lebih kecil disbanding CRT, sehingga warna muncul bisa berubah jika dilihat dari samping


b)   Radiasi Monitor

           Salah satu peralatan komputer yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan adalah monitor. Seperti kita ketahui, layar monitor memancarkan radiasi atau pemancaran partikel-partikel elementer dan energi radiasi. Energi radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti atom sehingga atom menjadi muatan positif dan disebut ion positif. Sementara itu, elektron yang dikeluarkan dapat tinggal bebas atau mengikat atom netral lainnya dan membentuk ion negatif. Hal ini dapat menimbulkan dampak buruk pada atom-atom di tubuh kita.
Radiasi yang dipancarkan monitor komputer antara lain berupa:
      1. sinar-X
      2. sinar ultraviolet
      3. gelombang mikro
      4. radiasi elektromagnetik frekuensi sangat rendah
    
           Monitor yang memakai sistem CRT (Cathode Ray tube) bekerja dengan cara memancarkan elektron-elektron . Elektron ini menyapu layar dari kiri ke kanan dengan jalur-jalur dari atas ke bawah dalam pola yang disebut “raster” CRT. Tabung Sinar Katoda merupakan tabung pembungkus yang dibuat dari kaca dan mengandung satu susunan penembak elektron dan mengeluarkan berkas-berkas elektron yang diarahkan pada layar fluoresen. Bila berkas tersebut terkena cahaya, maka layar mengeluarkan sinar dengan gelombang yang lebih panjang.  Pancaran elektron ini menimbulkan cahaya yang terang. Bergantung intensitas pancaran elektron tadi. Cahaya ini sangat cepat menghilang. Untuk itu pancaran elektron harus tetap menyapu layar secara teratur untuk mempertahankan bayangan yang terjadi. Ini biasa disebut penyegaran ulang atau “refresh’ layar. Monitor umumnya memiliki laju penyegaran (vertical scan rate) 60 hertz, yang maksudnya layar disegarkan kembali sebanyak 60 kali per detik.  Jika laju penyegaran rendah, maka akan mengakibatkan layar tampak berkedip. Inilah yang membuat mata kita lelah.


c)   Pengaruh Radiasi Monitor terhadap Mata

            Kelelahan mata dan sakit kepala, merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome ( CVS ) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.  Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor. Tampilan layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang panas seperti warna merah, kuning, ungu, oranye akan lebih mempercepat kelelahan pada mata.
          Selain dari itu, pantulan cahaya (silau) pada layar monitor yang berasal dari sumber lain seperti jendela, lampu penerangan dan lain sebagainya, akan menambah beban mata. Pencahayaan ruangan kerja juga berpengaruh pada beban mata. Pemakaian layar monitor yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan pada mata. Berdasarkan hasil penelitian, 77 % para pemakai layar monitor akan mengalami keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada mata, mata merah, mata berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata.  Bila operator komputer menggunakan soft lens (lensa mata), kelelahan mata akan lebih cepat terasa, karena mata yang dalam keadaan memfokuskan ke layar monitor akan jarang berkedip sehingga bola mata cepat menjadi kering dan ini menyebabkan timbulnya gesekan antara lensa dan kelopak mata. Ruang berpendingin (AC) akan lebih memperparah gesekan tersebut, karena udara ruangan ber AC akan kering sehingga air mata akan ikut menguap.
            Kemudian terkena Asthenopia, yaitu pupil mata menjadi lambat bereaksi terhadap cahaya, karena terlalu lama terkena cahaya yang berlebihan. Disamping astenopia, akibat kerja mata yang berlebihan di depan komputer juga berpotensi mempengaruhi produktivitas hormon melatonin dalam tubuh. Hormon ini mulai diproduksi oleh tubuh ketika matahari mulai tenggelam. Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tertidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnet. Cahaya maupun pajanan medan elektromagnet dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, pusing, dan keletihan, serta insomnia (susah tidur).


d)   Cara Melindungi Mata dari Radiasi Monitor

          Pengguna komputer sangat dianjurkan melindungi mata dari radiasi monitor pada komputer, caranya antara lain :

o   Menggunakan pelindung layar komputer atau filter, pilih layar komputer yang tingkat radiasinya rendah seperti layar liquid crystal display (LCD), jaga jarak pandang mata dengan monitor yakni idealnya 45 cm.
o   Sesuaikan posisi layar komputer dengan mata. Artinya jangan ketinggian dan jangan terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit pada leher. Jika posisi monitor ketinggian dari pandangan mata akan menggangu pasokan udara ke otak. Untuk itu ebaiknya layar monitor diposisikan sejajar dengan pandangan mata. Guna mencegah kelelahan mata sebaiknya tempatkan monitor dengan posisi yang ergonomis. Monitor harus ditempatkan pada posisi 16-30 inci dari mata, tergantung seberapa besar layar. Umumnya posisi yang nyaman untuk menatap monitor adalah 20 hingga 26 inci.
o   Bagi pengguna komputer jika jarang mengedipkan mata akan membuat matanya menjadi kering.  Karena itu sering berkedip, karena dengan berkedip mata akan mengeluarkan air mata yang akan menyebar ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga mata tetap lembab dan jernih
o   Hal penting lainnya adalah pencahayaan yang terlalu terang atau terlalu buram tidak baik bagi kesehatan mata. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata menjadi silau, sedangkan pencahayaan yang terlalu buram membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu, cobalah sesuaikan pencahayaan dan kontras monitor hingga mata bisa melihat dengan nyaman.
o   Jangan lupa juga untuk menyesuaikan resolusi dengan karakter di monitor agar dokumen- dokumen mudah dibaca. Upaya lainnya jangan terus-terusan pandang layar komputer. Usahakan sediakan waktu beberapa menit untuk mengendorkan dan mengistirahatkan mata dengan mengalihkan perhatian. Ini akan mengurangi kepenatan mata dan otot. Segarkan mata dengan cara memandang ke ruangan lain atau memandang indahnya langit biru atau tanaman hijau.


B.               Hipotesis
        
                   Besar atau tidaknya dampak dan cara menanggulanginya pada setiap  orang   berbeda-beda tergantung dari diri setiap orang bagaimana kesehatan dan      seberapa sering seseorang menggunakan komputer.




Bab 3
Metodologi Penelitian


A.               Tempat dan Waktu Penelitian

1.     Tempat Penelitian
     Penelitian ini dilakukan di Universitas Gunadarma, Depok.

2.     Waktu Penelitian
     Penelitian dilaksanakan pada Kamis, 28 November 2013.


B.               Metode Penelitian
        
                   Sesuai dengan masalah serta tujuan yang hendak dicapai, maka tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Pendeketan ini berasal dari suatu kerangka teori, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalaman pribadi, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan beserta pemecahannya yang dibuat untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.


C.               Instrumen Penelitian

                      Pada penelitian ini, instrumen yang akan digunakan dalam pengumpulan data  adalah peneliti akan menggunakan pengalaman pribadi dan didukung dengan wawancara secara mendalam kepada para mahasiswa Universitas Gunadarma.


D.               Teknik Analisis Data

                   Dalam penelitian ini kegiatan analisis data dilakukan dengan pengorganisasian data, membaca data secara berulang sampai peneliti menemukan data-data yang sesuai dengan apa yang diteliti. Selanjutnya adalah menguji hipotesis dengan memberikan berbagai keterangan secara logika. Langkah terakhir, peneliti   menuliskan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan.





Bab 4
Hasil Penelitian


A.       Jabaran Hasil Penelitian

Variabel bebas            : Pengaruh Radiasi Monitor Komputer terhadap Mata.
Variabel terikat           :  Kesehatan mata.
Variabel terkontrol      : Pengguna komputer/user.

B.      Hasil Penelitian

1.     Respoden yang diuji yaitu antara usia 18-23 tahun.
2.     Lebih banyak responden yang menggunakan komputer tidak sesuai dengan rekomendasi yaitu lebih dari 4 jam sebanyak 22 orang atau 73,3%, sedangkan responden yang mengunakan komputer sesuai dengan rekomendasi yaitu kurang dari 4 jam sebanyak 8 orang atau 26,7%.
3.    Lebih banyak responden beristirahat kurang dari  15 menit setelah penggunaan komputer selama 2 jam secara bertutut-turut yang tidak sesuai  dengan rekomendasi dari National Institute of occupational safety and health (NIOSH) yaitu sebanyak 21 orang atau 70%, sedangkan responden beristirahat lebih dari 15 menit yang sesuai dengan rekomendasi NIOSH sebanyak 9 orang atau 30%.
4.    Lebih banyak intensitas penerangan yang diukur lokal di meja kerja responden tidak sesuai standar yaitu kurang dari 300 lux sebanyak 20 titik pengukuran atau 66,7%, sedangkan intensitas penerangan yang sesuai dengan standar yaitu lebih dari 300 lux sebanyak 10 titik atau 33,3%.
5.    Responden yang mengalami keluhan mata merah dan berair sebanyak 39,2%. Responden yang mengalami keluhan pandangan buram atau ganda sebanyak 13,1%. Responden yang mengalami  keluhan perasaan mengantuk dan berat pada bagian mata sebanyak 17,3%. Responden yang mengalami keluhan mata tegang dan terasa sakit sebanyak 17,3%. Responden yang mengalami keluhan sakit kepala atau pusing sebanyak 13,1%.
6.   Ada 23 orang atau 73,3% responden yang merasakan keluhan pada mata. Keluhan-keluhan yang dirasakan oleh responden akibat kelelahan mata  sebagian besar terjadi pada saat bekerja sebanyak 60,8% dan setelah bekerja sebanyak 40,2%.
7.    Lebih banyak responden yang mengalami kelelahan mata dengan pengukuran melalui reaction timer lebih dari 240 mili detik sebanyak 19 orang atau 63,3% dan responden yang tidak mengalami kelelahan mata dengan pengukuran melalui reaction timer kurang dari 240 mili detik sebanyak 11 orang atau 36,7%.
8.       Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kelelahan mata.
9.   Ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dengan kelelahan mata.
10.     Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi istirahat dengan kelelahan mata.
11.  Tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan.





Bab 5
Penutup


A.              KESIMPULAN

          Dari hasil penelitian “Pengaruh Radiasi Monitor Komputer terhadap Mata” Pada Pengguna Komputer di Universitas Gunadarma yang dilaksanakan pada tanggal 28 November 2013, maka saya mengambil kesimpulan bahwa :
Pengaruh Radiasi Monitor Komputer terhadap Mata Responden yaitu mencapai 29 orang (80,5 %).

B.              SARAN

          Kepada seluruh pengguna komputer khususnya mahasiswa/i Universitas Gunadarma agar selalu memperhatikan kenyaman dan keamanan saat beraktifitas dengan menggunakan komputer, seperti :
a.       Pencahayaan ruangan yang mendukung sehingga layar monitor komputer tidak terlihat silau saat digunakan agar tidak menambah beban mata dan menimbulkan mata menjadi lelah.
b.       Gunakanlah komputer yang menggunakan filter radiasi agar menghindari  mata merah. Serta atur jarak pandang mata dengan layar monitor komputer sebanyak 50cm  untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan mata.
c.    Kedipkanlah mata setiap 5 menit untuk menghindari mata kering dan kekakuan pada otot mata dan Hindari merokok pada saat beraktifitas dengan komputer karena dapat  menimbulkan mata kering.




Daftar Pustaka

Situs Web :
1.          http://flamboyan68.blogspot.com/2013/10/mengenal-monitor-lcd-led-dan-crt.html
2.         http://melawiraya.wordpress.com/2008/10/31/bahaya-radiasi-monitor-komputer-terhadap-kesehatan-mata/
3.         http://risky-nurlia.blogspot.com/2011/12/pengaruh-radiasi-layar-monitor-terhadap.html
4.         http://www.referensimakalah.com/2012/08/perbedaan-materi-proposal-dengan-materi-hasil-penelitian.html


Jumat, 17 Januari 2014

Gangguan pada Mata

Keadaan mata setiap orang berbeda-beda. Ada mata normal dan mata tidak normal. Mata tidak normal berarti mempunyai kelainan. Seseorang tidak bisa melihat suatu benda yang seharusnya dapat dilihat dengan mata normal, itu bertanda mata orang tersebut mengalami gangguan berupa kelainan pada mata. Orang yang bisa melihat dengan normal tanpa bantuan kaca mata disebut emetropi.

Ada beberapa kelainan pada mata, yaitu:

1. Rabun dekat
Rabun dekat disebut hipermetropi. Rabun dekat adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang dekat. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Kebiasaan membaca buku terlalu dekat dan sambil tiduran akan mempercepat timbulnya cacat mata.
Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung. Lensa cembung merupakan lensa positif.

2. Rabun jauh
Rabun jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berjarak jauh. Rabun jauh disebut miopi. Penyebab rabun jauh adalah ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina.
Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung. Lensa cekung merupakan lensa negatif.

3. Rabun jauh dan dekat
Rabun jauh dan dekat disebut juga presbiopi atau rabun tua. Rabun jauh dikenal juga sebagai rabun tua, karena kelainan mata ini biasanya diderita oleh orang yang sudah tua atau kira-kira berumur di atas 45 tahun. Penderita presbiopi tidak mampu melihat benda yang terlalu jauh dan terlalu dekat.
Supaya penderita presbiopi dapat melihat dengan jelas, maka dibutuhkan kaca mata rangkap, yaitu kaca mata cembung dan cekung.

4. Rabun senja
Rabun senja atau rabun ayam adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berada di tempat remang-remang dan di malam hari. Gangguan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A, sehingga sel batang tidak berfungsi karena protein rodopson tidak terbentuk.
Orang yang menderita rabun senja harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.

5. Buta warna
Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Penyakit ini bersifat menurun. Buta warna ada dua macam, yaitu buta warna total dan buta warna separuh. Buta warna total hanya mampu melihat warna hitam putih saja. Sedangkan buta warna separuh tidak bisa melihat warna tertentu, yaitu merah, biru, dan hijau.

6. Katarak
Katarak atau bular mata merupakan gangguan penglihatan. Penyebab katarak adalah lensa mata keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina. Penderita ini umumnya berumur di atas 55 tahun. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan operasi mata.

7. Juling
Juling adalah kelainan mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata. Jika penderitanya masih anak-anak, maka dapat diperbaiki dengan jalan operasi.

8. Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa mata atau kornea tidak rata. Penderita gangguan ini tidak mampu melihat garis vertikal dan horisontal. Gangguan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata yang berlensa silindris.

Tahun Kabisat

Tahun Kabisat (Bahasa Inggris: Leap Year) adalah sebuah Tahun Syamsiah di mana pada tahun tersebut jumlah hari tidak terdiri dari 365 hari tetapi 366 hari. Satu tahun syamsiah tidak secara persis terdiri dari 365 hari, tetapi 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik. Jika hal ini tidak dihiraukan, maka setiap 4 tahun akan kekurangan hampir 1 hari (tepatnya 23 jam 15 menit 0,7256 detik).Maka untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali (tahun yang bisa dibagi 4), diberi 1 hari ekstra: 29 Februari. Tetapi karena 5 jam 48 menit 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun 1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000).
Tahun kabisat terjadi berawal dari reformasi kalendar yang dilakukan oleh Julius Caesar, salah satu kaisar Romawi, pada tahun 46 sebelum masehi. Penanggalan pada masa itu dianggap kurang tepat, karena tidak sesuai dengan pergantian musim. Begitu tahun bertambah, maka selisih ketidak sesuaian tersebut semakin terlihat. Oleh karena itu Julius Caesar memerintahkan seorang ahli perbintangan yang bernama Sosigenes untuk menciptakan penanggalan yang bisa memperbaiki penanggalan yang sudah ada, supaya sesuai dengan pergantian musim. Sosigenes mengungkapkan bahwa peredaran bumi mengelilingi matahari adalah sekitar 365,25 hari. Apabila dihitung dalam jam maka yang benar adalah 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik. Namun, jumlah hari dalam setahun tersebut kemudian digenapkan menjadi hanya 365 hari, sehingga terjadi selisih sekitar seperempat hari dalam setahun. Sehingga kekurangan tersebut akan menjadi satu hari jika digabungkan selama empat tahun. Atau jika dihitung dalam satuan jam, akan menjadi 23 jam 15 menit 0,256 detik. Kekurangan satu hari ini akan menjadi tambahan hari pada bulan Februari yang memiliki jumlah hari paling sedikit, yaitu 29 hari. Jika satu hari ditambahkan, maka bulan Februari akan menjadi 30 hari. Ketika Julius Caesar digantikan oleh Agustus, sistem penanggalan ini pun kemudian dirubah. Kaisar baru tersebut mengganti bulan Hexelius menjadi bulan Agustus dan menambahkan satu hari pada bulan ini. Sehingga bulan Agustus yang sebelumnya hanya 30 hari, menjadi 31 hari. Satu hari tersebut diambilkan dari satu hari di bulan Februari. Pada akhirnya adalah jumlah hari pada bulan Februari berjumlah 28 hari, dan bertambah menjadi 29 hari pada tahun kabisat. Pola penanggalan tersebut berlaku hingga saat ini. Tahun kabisat pun tidak lagi terdiri dari 365 hari seperti tiga tahun sebelumnya, akan tetapi menjadi total 366 hari. Agar lebih mudah mengingat, pemahaman umum yang berkembang di masyarakat, tahun kabisat adalah tahun yang bisa dibagi empat. Contohnya adalah tahun 2012:4=503. Akan tetapi mengingat 5 jam 48 menit 48,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (contonya tahun 1800) bukanlah tahun kabisat. Perkecualian dilakukan pada tahun yang bisa dibagi 400. Misalnya tahun 2000, tahun ini adalah tahun kabisat, karena meskipun bisa dibagi 100, tahun ini bisa dibagi 400. Perhitungan itu diciptakan oleh ahli perbintangan Christopher Clavius, dengan perintah dari Paus XIII. Kesimpulan yang bisa didapatkan dari atas adalah, tahun yang bukan merupakan tahun kabisat memiliki bulan Februari dengan hari berjumlah 28 hari. Tahun kabisat adalah tahun yang memiliki bulan Februari berjumlah 29 hari. Sementara itu bulan yang memiliki hari berjumlah 30 adalah April, Juni, September dan November. Dan bulan yang memilik hari berjumlah 31 adalah Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober dan Desember.


Sumber : http://www.wajahdunia.com/2012/02/sejarah-dan-pengertian-tahun-kabisat.html

Minuman Bersoda


Minuman bersoda sangat nikmat apabila di minum pada saat cuaca yang panas dan saat berpesta. Tetapi apakah anda tahu bahaya yang di timbulkan dari minuman bersoda?, untuk mengenal dan mengetahui bahaya dari minuman bersoda dapat dilihat di bawah ini.

Berikut adalah berbagai resiko yang dapat ditimbulkan akibat meminum minuman bersoda :

Menyebabkan kerapuhan pada tulang.
Kandungan asam fosfor dalam minuman soda yang menimbulkan sensasi kesegaran atau gelembung-gelembung udara ternyata dapat mengerogoti tulang. Jika minuman soda terus menerus dikonsumsi, maka semakin lama tulang akan makin rapuh dan berbentuk seperti pori-pori yang bolong-bolong.

Melemahkan otot serta tulang.
Dengan mengkonsumsi soda lebih dari 2 liter per hari bisa menyebabkan kadar kalium dalam darah menjadi turun drastis. Jika tubuh kekurangan kalium, efek yang dirasakan adalah tubuh merasa lemah, pusing dan dapat menyebabkan atrofi otot (tak mampu mengangkat beban atau geraknya jadi terbatas).

Menyebabkan insomnia, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak beraturan (merupakan efek dari kafein yang dikandung oleh minuman bersoda).
Dengan telah mengetahui berbagai resiko bahaya yang ditimbulkan di atas sebaiknya kita menghindari minum-minuman bersoda secara terus menerus dan memperbanyak mengkonsumsi air putih.

Soda tidak punya nilai gizi selain kandungan kalori dan gulanya yang tinggi.
Jadi tidak heran jika kebanyakan penyuka soda akan mengalami kenaikan berat badan dan cenderung obesitas. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein. Akibat kandungan kalori yang bisa mencapai 225 kalori dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Dalam setiap 1,057 liter minuman soda mengandung 225 kalori dan 39 gram gula.
Minuman soda yang dikonsumsi secara terus menerus juga bisa menimbulkan risiko kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 akibat kandungan gulanya yang tinggi, memberikan efek dari kafein yang dikandung seperti insomnia, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak beraturan.

Soda bersifat diuretik yang meningkatkan produksi urine
Sifat diuretik ini membuat air di dalam tubuh lebih banyak yang keluar melalui urine, jika tak diimbangi dengan minum air putih bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi.

Kandungan asam fosfor dalam minuman soda yang menimbulkan sensasi kesegaran atau gelembung-gelembung udara ternyata dapat mengerogoti tulang.
Jika minuman soda terus menerus dikonsumsi, maka semakin lama tulang akan makin rapuh dan berbentuk seperti pori-pori yang bolong-bolong. Kepadatan tulang yang berkurang akan memicu risiko radang sendi dan osteoporosis.

Kandungan asam soda bisa merusak gigi
Minuman soda bisa merusak gigi karena mengandung kadar gula yang tinggi. Komponen asam soda memiliki efek merusak pada email gigi dan membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan.

Minum soda dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan erosi pada lapisan lambung yang mengakibatkan perut sering mulas, bergas dan masalah pencernaan lainnya.

Kandungan Natrium pada pada soda tidak baik untuk kesehatan jantung. Bukti dari studi penelitian ini menunjukkan bahwa terlalu banyak minum soda dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati juga.


Menghentikan kebiasaan minum soda memang tidak mudah karena kafein yang tinggi membuat ketagihan. Tapi ada beberapa cara berikut yang bisa dilakukan:

1. Mengurangi secara bertahap
Mulailah mengurangi secara bertahap, jika setiap hari minum soda mulailah dalam satu minggu hanya minum soda 5 hari, minggu depannya 4 hari. Lakukan selama 6 minggu hingga dalam satu minggu Anda tak perlu lagi minum soda.

2. Mencampur dengan air
Ketika memutuskan berhenti minum soda, biasanya akan terjadi dorongan untuk minum soda yang lebih tinggi. Cobalah campurkan es yang banyak dalam soda hingga komposisi sodanya lebih kecil karena es nanti akan mencair. Dengan begitu konsumsi air yang diminum lebih banyak dibanding sodanya.

3. Ganti dengan minuman lain yang sehat
Setiap kali timbul keinginan minum soda segeralah minum air dingin yang segar atau minuman sehat lainnya seperti susu kedelai, susu rendah lemak, jus buah dan lainnya.

4. Minum teh hijau
Ketika Anda mulai berhenti minum soda maka akan terjadi gejala penarikan dari efek kafein seperti sakit kepala yang cukup sering. Minum secangkir teh hijau di pagi hari bisa meredam gejala pusing yang terjadi.

Rasa Pegal di Badan

Penyebab badan pegal:

1.Kurang bergerak dan berolahraga:
Aktivitas serta olahraga melatih otot kita sehingga menjadi kuat. Jika kita kurang beraktivitas/berolahraga maka otomatis otot menjadi lemah. Akibatnya kita relatif mudah terserang pegal-pegal.

2.Sikap tubuh sehari-hari yang salah:
Contohnya duduk membungkuk, membawa beban berat dengan sebelah bahu saja, melakukan gerakan berulang-ulang sepanjang hari(seperti mengetik komputer sepanjang hari).

3.Aktivitas yang terlalu berat:
Otot perlu dipersiapkan sebelum berolahraga atau beraktivitas dengan melakukan gerakan pemanasan. Jika tidak, otot mendapat beban yang berlebihan sehingga bisa muncul nyeri pegal. Demikian juga halnya jika kita melakukan aktivitas yang terlalu berat atau tidak biasa dilakukan. Ujung-ujungnya, kita lebih mudah mengalami cedera seperti salah urat / terkilir. 

Bahaya di balik badan pegal dan nyeri otot
Nyeri dan pegal-pegal sering kali merupakan pertanda bahwa kita berolahraga/beraktivitas terlalu berat atau salah cara nya. Jika dilanjutkan, kemungkinan cedera pun lebih besar. Keseleo, memar atau terkilir sebaiknya tidak dibiarkan karena bisa saja ada cedera tulang dan saraf dibawahnya. Cidera sewaktu berolahraga/beraktivitas yang dibiarkan dapat berlanjut rematik dikemudian hari penyakit atau dikenal sebagai Repetitve Motion Injuries (RMI).

Cara mencegah badan pegal dan nyeri:
  • Hidup sehat dengan  rajin berolahraga, istirahat cukup dan makan makanan bergizi.
  • Melakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga
  • Memulai porsi latihan yang ringan, kemudian ditingkatkan bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh. Jangan memaksakan diri, jika Anda sudah merasa lelah, berisitirahatlah sejenak.
  • Memperbaiki sikap tubuh yang salah, misalnya duduk/berdiri tegak, tidak membungkuk atau miring ke satu sisi. Bagi Anda yang menggunakan komputer atur posisi komputer sedemikian sehingga tidak membuat badan pegal. ketika mengetik di keyboard, usahakan agar pergelangan tangan dalam posisi lurus.
  • Posisi mengemudi yang nyaman. Letakkan gulungan handuk diantara punggung dan sandaran kursi, dan atur kursi agar lutut lebih tinggi dari panggul, Istirahatkan kaki sesering mungkin dari menginjak pedal gas/kopling
  • Gerakkan tubuh Anda. Bahkan di tengah kesibukan pun Anda dapat melakukan olahraga ringan misalnya meregangkan tubuh. Memutar bahu, membungkukkan badan, menggerakkan leher ke kanan dan ke kiri beberapa kali. Melemaskan dan mereganggkan jari-jari tangan, jalan kaki ke kantin, bank dan sebagainya sewaktu istirahat siang. 

Bagaimana Mengatasi rasa pegal dan nyeri dengan tepat?
  • Istirahatkan bagian tubuh yang sakit. Kompres dengan kantong/botol berisi air hangat selama kurang lebih 15 menit satu atau dua kali sehari.
  • Cedera sewaktu berolahraga/beraktivitas(salah urat, terkilir) dapat diatasi dengan kompres dingin dengan kantong berisi es (jangan lebih dari 20 menit) beberapa kali sehari. Pada bagian yang cedera sebaiknya diperban dan di istirahatkan dalam posisi lebih tinggi dari jantung.
  • Gunakan obat-obatan pereda pegal dan nyeri untuk meredakan gejala nyeri dan pegal.

Penyebab Sariawan

Seriawan (disebut pula sariawan) atau stomatitis aftosa (stomatitis aphtosa) adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi.

Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria.

Stomatitis Aphtous/Ulcer bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya SA dikenal disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dsb.

Penyakit kekurangan vitamin C sendiri adalah Scurvy atau kegagalan proses sintesis kolagen yang ditandai dengan gusi mudah berdarah, pendarahan kulit (purpura) dsb.
Meskipun sariawan sering dianggap biasa, namun sariawan juga bisa jadi masalah kesehatan yang sangat serius. Berikut 7 penyebab tak terduga munculnya sariawan:

1. Tergigit
Ini merupakan penyebab sariawan yang paling sering terjadi. Biasanya hal ini terjadi ketika Anda makan terburu-buru. Jadi, cobalah untuk makan perlahan dan hati-hati.

2. Makanan pedas
Makanan yang sangat pedas juga bisa menyebabkan sariawan. Sebab makan makanan pedas berlebihan dapat meningkatkan panas tubuh Anda. Akumulasi panas tubuh tersebut pada gilirannya nanti dapat menjadi penyebab sariawan. 

3. Cedera karena menyikat gigi
Salah satu alasan lain penyebab umum sariawan adalah menggunakan sikat gigi terlalu keras. Jika Anda menggunakan sikat gigi berkualitas rendah, yang diketahui memiliki bulu sangat keras, maka lapisan dalam mulut Anda bisa mengalami cedera. Hal ini juga dapat menimbulkan sariawan.

4. Herpes
Waspada, herpes merupakan salah satu infeksi virus umum yang bisa juga menyebabkan sariawan atau luka di dalam mulut. 

5. Makanan panas
Bila Anda terbiasa mengunyah makanan dalam kondisi panas, maka mulut Anda bisa jadi luka dan radang, sehingga akan berisiko memiliki sariawan. Usahakan untuk mendinginkan makanan Anda sebelum memasukkannya ke dalam mulut.

6. Iritasi kulit
Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan iritasi kulit yang juga dapat membuat Anda terkena sariawan, salah satunya adalah pemakaian obat kumur yang sangat kuat.

7. Merokok
Merokok merupakan salah satu aktivitas yang bisa menyebabkan peradangan di dalam mulut. Jika Anda seorang perokok dan sering sariawan, sebaiknya konsultasi ke dokter karena bisa jadi itu merupakan gejala kanker mulut.